Purnama

Satu purnama itu mungkin datang
ah, aku tidak ingin memberikannya mungkin.
Purnama itu pasti datang, aku berseteru.
Dalam pandangan yang tidak terbatas oleh semak.
Dalam nafas yang tanpa sesak.
Dalam bait yang sesempurnanya purnama.

Aku berdecak, tanpa keraguan.
Tanpa kecemasan.
Tanpa kecaman kosong yang menyayat tubuh dan halusinasi.
Tidak, aku tidak memiliki itu.
Disini, hanya satu.
Keyakinan.

Ku liat, disana. Dipenghujung bulan yang kian menyendiri.
Ku lihat wajah yang begitu aku kenal. Kental, merdu.
Peluhnya berkata. Tunggu! Jangan pernah berlari, kau cukup menanti.
Aku disini, aku setia.

Ku buka lagi jemari dan rakit kayu yang ku buat.
Aku mampu, meski rakit ini rapuh.
Dalam ketidak semuan. Ada tawa, ada ceria.
Akupun begitu.
Entah?

Untuk suatu purnama dengan tawa decah kagum.
Untuk satu yang tidak mampu aku sempurnakan.
Ada bahagia, di hatiku.
Entah apa?

Ketika sayup mataku melihat begitu purnama bahagia.
Begitu dia tersenyum meski di dadaku sesak rasa khawatir.
Aku bahagia, ketika purnama disana. Dikehidupannya.
Aku bahagia, ketika purnama memiliki kehidupannya sendiri.
Puas dengan alunan pluit mimpinya.
Puas dengan kebebasan langkah rajutannya.
Puas dengan sembah sujudnya.

Aku bahagia ketika aku melihat purnama tidak lagi segaris.
Ada gelombang, ada maju, ada mundur, ada naik dan turun.

Aku bahagia ketika aku tahu bahwa itu adalah dunianya yang dia nantikan dengan lama.
Dan dengan kesungguhanya dia meraih itu.

Aku bahagia ketika purnama tersenyum, 
meski aku harus menahan sedikit saja bibirku untuk tetap tertutup.
Dan menggantinya dengan tarikan senyum.

Aku bahagia ketika purnama disana, 
dan aku hanya mampu melihatnya dari kajauhan.
Untuk sementara.
Untuk kebahagiaannya.

Aku bahagia ketika risau ini, kemudian akan terganti.

Entahlah. Aku begitu bahagia ketika aku melihat purnama menikmati dunianya.
Dunia impiannya.

Dan aku percaya, purnama pasti kembali.
Dan disini aku setia menanti,
bukan dengan janji, tetapi dengan sesuatu yang ku yakini.
Ketika purnama kembali maka aku tidak akan lagi bertanya,
Mengapa?




Depok, 12.02 WIB
23-Oktober-2012
*F*W*
Untuk purnama, aku bahagia untuk bahagiamu :)

Comments

Popular Posts