Skip to main content

Posts

Surat Untuk Ibu

Saya kagum padanya, disaat lingkungan seumurannya menyuruh anak-anaknya bekerja ke Kota. Ia meminta saya untuk 'melanjutkan' sekolah.. Dengan sadar saya tahu, bahwa Ibu saya yang tentu tidak akan pernah membaca  note  ini. Tetapi saya yakin,  emosi  saya saat menulis ini mampu ia rasakan di ujung Desa terpencil tempat tinggalnya. Ada banyak hal yang tidak mampu saya uraikan hanya dengan kalimat manis. Ibu, begitu mulia sepanjang masa. Allah menskenariokan nasib setiap orang begitu berbeda, ada yang begitu dekat dengan orang tuanya, ada yang  "jauh dimata dekat di hati" , bahkan ada juga yang  "dekat di mata, tapi di hati bagaikan kutub Utara dan Selatan"  Namun semua pasti ada tujuannya. Sejak kecil saya hanya beberapa tahun saja menikmati kasih sayang  'secara langsung'  dari Ibu saya. Kondisi keluarga yang 'sangat tidak memungkinkan' membuat saya harus 'dititip-titip'. Tapi lagi-lagi saya bersyukur karena ...

Sedih itu saat bilang 'Say Good Bye..' sama Turkish

Klo baca judul postingan ini pasti mau tanya? "Emang ente pernah ke Turki Fik?" Ane jawab, belom kok belom.hehe.. Ane mah belom pernah ke Turki, tapi insyaAllah pasti kesana suatu hari nanti. Ini cuma masalah waktu. Gaya-gaya, tapi biasanya sih gitu, klo udah foto sama maskapainya biasanya cepat atau lambat, Allah kasih kesempatan mengunjungi negaranya si maskapai itu. Well, sebulan yang lalu tepatnya tanggal 26 Juni 2011 saya kala itu boarding gate-nya terminal Haji King Abdul Aziz Airport, sebuah terminal bayangan yang digunakan oleh jamaah haji dan umrah yang hendak memasuki Tanah Suci. Jeddah adalah salah satu 'gate' memasuki tanah suci, disamping banyak maskapai terutama maskapai timur tengan yang langsung ke Madinah dari negara yang bersangkutan. Namun maskapai dari Indonesia seperti Garuda, LionAir, dan BataviaAir mendarat di Jeddah. Well, hari itu saya bersama Mas Pram (dari Majalan Kartini) dan juga Mas Tommy (ceritanya saya dan Mbak Maya masih bareng s...

Selembar Surat Untuk Baitullah

Satu lembar tulisan yang akan membawa saya ke Baitullah Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik lasyarika laka labbaik. Innal hamda wani' mata laka wal mulka lasyarika laka.. Malam ini saya ingin sekali sedikit berbagi, berbagi sebuah perjuangan. Berbagi sebuah mimpi. Berbagi sesuatu yang tentu saja selalu membuat kita senantiasa lebih kuat. Menurut saya : Jika kamu dihadapkan pada banyak sekali tantangan, maka pilihlah yang membuat kamu semakin kuat" Jika ada yang pernah membaca note saya tahun lalu yang berjudul Umrah (Edisi Mimpi#1) http://www.facebook.com/notes/fikriyah-winata/umrah-edisi-mimpi1/10150377108576772 Mungkin teman-teman tahu betapa saya ingin sekali melihat Baitullah, menghirup padang gersangnya, mentafakuri betapa saya begitu kecil, melihat sisa-sisa perjuangan Rasululloh, membayangkan betapa sulitnya Rasululloh memperjuangkan Islam di bumi Saudi, dan tentu saja menjawab pertanyaan lama saya (yang sebenernya sudah terjawab) mengapa pe...