Skip to main content

ReviewBuku: Everyone Can Lead [Hasnul Suhaimi]

Everyone Can LeadEveryone Can Lead by Hasnul Suhaimi
My rating: 4 of 5 stars

Pertama kali saya bertemu Pak Hasnul (mungkin lebih tepatnya Pak Hasnul mengisi sebuah acara dimana saya menjadi pesertanya). Betul sekali seperti yang beliau gambarkan, beliau sangat jauh dari 'tampang' atau stereotype seorang CEO--bertubuh besar--beliau bertubuh mungil. Terkadang membuat saya yang bertubuh mungil ini yakin bahwa pemimpin itu bukan perkara fisik. Siapapun dengan porsi tubuh seperti apapun, berhak dan mempunyai kesempatan untuk memimpin.

Buku Pak Hasnul membawa saya kepada sebuah dekupan-dekupan dimana yang paling berkesan adalah pada bagian, bahwa Pak Hasnul pernah 'ditaruh' pada posisi dimana beliau lebih banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya sangat administratif. Well, bagi orang teknis pekerjaan yang sifatnya administratif 'nggak bikin pinter', bahasanya begitu. Namun, beliau mengerjakan pekerjaan tersebut dengan sangat baik. Sehingga ketika dua tahun kemudian beliau dipindahkan ke bagian yang beliau sangat inginkan, beliau sangat siap membuat berbagai gebrakan.

Nelpon 100/menit adalah sebuah terobosan yang beliau buat. Meskipun saya bukan pengguna XL. Tetapi saya adalah korban tarif murah IM3 jaman saya SMA yang juga dicetuskan beliau.

Pak Hasnul, terima kasih telah menuliskan buku ini untuk kami baca.

View all my reviews">

Comments

Popular posts from this blog

TE466 Self-branding Assignment: Fikriyah Winata

One day, my roommate told me: “Fik, you should take a rest. You have been working too long, take a break and don’t be too hard to yourself.”   I suddenly stop writing and calculating some math on GRE problem sets—at that time, I was preparing for my PhD application. Her thoughts about how hard I worked stopped me for seconds and gave me time to think and ask, “Have I been working too hard?”   I personally never think that I work ‘hard enough’, I always feel never enough in working. I always demand more to myself to improve my quality to be a better person. I take everything very seriously including something very small for others. To me, there is no unnecessary thing. Everything is important, and everything has its own value. And I will be taking every single work I have seriously, even it is only doing some dishes at my kitchen home.  My roommate’s perspective then made me really counted the duration I was studying, the number of problem sets I had solved, and how...

ReviewBuku: Mendadak Haji [Prie GS]

Mendadak Haji by Prie GS My rating: 5 of 5 stars Jujur saya belum familiar dengan penulis. Saya randomly membeli buku dengan topik "berhaji" karena saya mempunyai target untuk menunaikan ibadah haji sebelum saya berumur 35tahun. Semoga Allah Swt. menghendaki. Aamiin. Kembali kepada Pak Prie GS dalam bukunya saya jujur, kadang bingung. Beliau ini sangat genuine sekali menulisnya. Menyampaikan perasaannya tanpa men-delete sedikitpun. Sangat genuine . Bahkan yang menurut saya sangat berkesan adalah beliau menuliskan ketidaksukaan beliau akan sesuatu, suasa hati, dan berbagai kekesalan-kekesalannya. Tidak banyak dari kita yang berani mengutarakan hal tersebut. Apalagi dalam sebuah buku yang akan dibaca oleh ribuan bahwan jutaan orang mungkin. Bagi saya, membaca buku Pak Prie GS bukan hanya memberikan insight dan pengetahuan mengenai haji, gambaran bagaimana 'berat'-nya ibadah haji, tetapi beyond dari itu semua. Pak Prie GS berhasil mendidik saya bahwa, kesena...

Bagaimana Sikap Kita Kepada Oranglain Dapat Menggambarkan Pencapaian Kita

Beberapa waktu lalu saya diminta mengisi acara di universitas tempat saya berkuliah dulu, UI. Tidak berbeda jauh dengan 'permintaan' sebelum-sebelumnya. Intinya saya diminta untuk memberikan motivasi, menginspirasi, dan membagikan tips bagaimana bangkit dari sebuah kegagalan. Saya, yang menurut saya pribadi masih jauh dari ekspektasi panitia untuk menginspirasi, pada akhirnya berangkat dari memotivasi dan membagi pengalaman bagaimana bangkit dari kegagalan. Berbeda dengan kondisi di kelas kuliah (kebetulan akhir-akhir ini saya sering berjalan dari satu universitas ke universitas lain menjadi 'evangelist ' kelas teri dibidang GIS) dan dikelas training atau workshop yang sering saya adakan. Kelas atau sesi seminar atau talkshow motivasi yang diminta panitia pada dasarnya, membuat saya lebih banyak bercerita pengalaman. Syukur-syukur setelah itu ada mahasiswa yang benar-benar akan menghubungi saya melalui email atau whatsApp dan memang mengatakan keseriusannya untu...