Skip to main content

Sedih itu saat bilang 'Say Good Bye..' sama Turkish

Klo baca judul postingan ini pasti mau tanya? "Emang ente pernah ke Turki Fik?"
Ane jawab, belom kok belom.hehe.. Ane mah belom pernah ke Turki, tapi insyaAllah pasti kesana suatu hari nanti. Ini cuma masalah waktu. Gaya-gaya, tapi biasanya sih gitu, klo udah foto sama maskapainya biasanya cepat atau lambat, Allah kasih kesempatan mengunjungi negaranya si maskapai itu.

Well, sebulan yang lalu tepatnya tanggal 26 Juni 2011 saya kala itu boarding gate-nya terminal Haji King Abdul Aziz Airport, sebuah terminal bayangan yang digunakan oleh jamaah haji dan umrah yang hendak memasuki Tanah Suci. Jeddah adalah salah satu 'gate' memasuki tanah suci, disamping banyak maskapai terutama maskapai timur tengan yang langsung ke Madinah dari negara yang bersangkutan. Namun maskapai dari Indonesia seperti Garuda, LionAir, dan BataviaAir mendarat di Jeddah.

Well, hari itu saya bersama Mas Pram (dari Majalan Kartini) dan juga Mas Tommy (ceritanya saya dan Mbak Maya masih bareng sama Mas Tommy setelah imigrasi). Mau cari gate 18, tanya punya tanya sama petugas dia bilang straight and find gate number 18. Ternyata salah, hadeuh -____- si petugas tidak tahu apa2.

Salahnya dia ngasih tahu saya, dan salahnya saya bertanya pada dia. Saya samperin dong, "Ah Mas ini gimana sih masa ngasih tahu salah.." (pake bahasa Inggris). Ah apesnya dia malah cengar cengir nggak ngerti bahasa Inggris pula. Ah, sudahlah. Akhirnya gate 18 ketemu juga..

Dan.. selayang pandang ada buntut merah di samping gate saya. Udahlah saya pasti berburu foto-foto banyak.. Itu udah pasti buntutnya si Turkish yang mau ngangkut jamaan dari Turki rupanya. Gatenya persis sebelahan sama GA. Selama itupula saya berfoto-foto yang banyak sama Turkish. Kapan lagi coba? Ke Soetta juga sekarang udah jarang, si Turkish juga parkir di Soetta jam-jam tertentu saja, belom pasti pas saya ke Soetta dia ada juga kan?hehe..

Well..
Penampakan buntutunya Turkish dari Gate 18

Hal terpenting dalam hidup. Berfoto didepan Airlinesnya sbg stimulus. Cepat atau lambat InsyaAllah akan  onboard sama maskapai ini. Aamiin~
Mulai berjalan mundur akan segera take off ini.. hadeuh -_____-

Yeaaaah.. Full body, finally I could capture the whole on this airline.
Siap-siap meninggalkan Jeddah!
Nampak depan! Ah TURKISH.. We will see you soon!
TURKISH taxing at JED..
Hard to say good bye.. But we will meet really soon. Im gonna onboard with you TURKISH. See you! :D
Sore itu pun saya bener-bener galau. Haha, ini namanya galau Airlines. Galau banget waktu menyaksikan dan merekam langsung dengan mata saya waktu si Turkish taking off, entahlah. Cielah.. Biasanya klo galau itu tanda-tanda akan segera onboard sama ini Airlines.. Aamiin Aamiin, Waallahualam.. *F*W*

Comments

Popular posts from this blog

TE466 Self-branding Assignment: Fikriyah Winata

One day, my roommate told me: “Fik, you should take a rest. You have been working too long, take a break and don’t be too hard to yourself.”   I suddenly stop writing and calculating some math on GRE problem sets—at that time, I was preparing for my PhD application. Her thoughts about how hard I worked stopped me for seconds and gave me time to think and ask, “Have I been working too hard?”   I personally never think that I work ‘hard enough’, I always feel never enough in working. I always demand more to myself to improve my quality to be a better person. I take everything very seriously including something very small for others. To me, there is no unnecessary thing. Everything is important, and everything has its own value. And I will be taking every single work I have seriously, even it is only doing some dishes at my kitchen home.  My roommate’s perspective then made me really counted the duration I was studying, the number of problem sets I had solved, and how...

Bagaimana Sikap Kita Kepada Oranglain Dapat Menggambarkan Pencapaian Kita

Beberapa waktu lalu saya diminta mengisi acara di universitas tempat saya berkuliah dulu, UI. Tidak berbeda jauh dengan 'permintaan' sebelum-sebelumnya. Intinya saya diminta untuk memberikan motivasi, menginspirasi, dan membagikan tips bagaimana bangkit dari sebuah kegagalan. Saya, yang menurut saya pribadi masih jauh dari ekspektasi panitia untuk menginspirasi, pada akhirnya berangkat dari memotivasi dan membagi pengalaman bagaimana bangkit dari kegagalan. Berbeda dengan kondisi di kelas kuliah (kebetulan akhir-akhir ini saya sering berjalan dari satu universitas ke universitas lain menjadi 'evangelist ' kelas teri dibidang GIS) dan dikelas training atau workshop yang sering saya adakan. Kelas atau sesi seminar atau talkshow motivasi yang diminta panitia pada dasarnya, membuat saya lebih banyak bercerita pengalaman. Syukur-syukur setelah itu ada mahasiswa yang benar-benar akan menghubungi saya melalui email atau whatsApp dan memang mengatakan keseriusannya untu...

Japan! I promised u that I would be back!

Tokyo, 25 April 2011 Sekitar pukul 05.00 waktu setempat (Bandara Narita Tokyo) kami landing dari Minneapolis. Kebetulan saat itu rombongan IELSP Cohort 8 Iowa State University sudah tidak ditemani oleh pihak IIEF. Ali Ibrahim sebagai ketua rombongan dan saya sebagai wakil ketua rombongan. Sebagai orang yang sedikit mengerti dunia pesawatan saya mengambil peran lebih banyak saat kepulangan rombongan. Khususnya hari itu.. Delta Airlines (Pesawat kami) terkena petir Setelah mengantri di Security Check Bandara Narita saya segera mengalihkan teman2 untuk menuju Gate kami. Saat itu masih tidak banyak orang, kami berlari 'hurry' karena waktu transit tidak lama dan FYI : security check bandara narita 'agak' remphong, ribet, dan antrinya panjang, maklum Narita adalah salah satu bandara sibuk di Dunia. Setelah menunggu tiba2 ada pengumuman kalau pesawat kami akan delayed selama 30menit. Its okay , itu biasa. Kita tidak pernah tahu apah yang terjadi diudara. Tiba2, delayed...