Hari itu seorang perempuan muda mengirimiku pesan. Dia menawarkan diri untuk sekedar berbicara sepatah kata denganku dan mengiming-imingiku secangkir cappuccino. Kau tahu, sejak kapan aku dapat menolaknya? Beberapa minggu setelah pesan itu aku terima, kami bertemu. Dia tidak berkata banyak. Benar-benar sesuai janjinya, dia hanya berkata "Hai" lalu pergi. Aku bingung dibuatnya, bagaimana bisa seseorang yang meminta bertemu denganku berminggu-minggu lamanya, setelah bertemu hanya berkata "Hai". Aku tidak ingin bertanya. Dia pergi, lalu perlahan aku menyeruput cappuccino itu. Pelan-pelanlah meminum sesuatu yang berasap, karena jika kau terburu-buru maka kau tidak akan menikmati setiap sentuhan asapnya. Tapi jangan kau biarkan ia dingin, karena kenikmatannya akan hilang. Minumlah, perlahan-lahan. Aku tidak bertanya apapun kepadanya keesokan harinya. Dia seperti menghilang, tanpa kata. *** Hari lain perempuan itu kembali mengajaku berbicara. Dia hanya men...
This blog has (almost) been inanimated for years. I envision to start writing and sharing again. I wrote in English & Bahasa Indonesia (mostly in Bahasa Indonesia for posts before I attend a grad school). I will be in touch soon!