Skip to main content

Posts

Vitamin A, Please Bring me to A u s t r a l i a

Last two weeks I was really curious to join a 'simple' competition. Actually I have tried many of competition and quizzes that the winner would get the return economy ticket to reach a country. I was just failed. failed and failed.. But I will never give up until the failures have gotten bored of me and left me. Yes! Thats me! Ill do the whole thing, anything that I can do to pursue my dreams. Back to the 'crazy little' competition, I was failed for SQ or SIA (Singapore Airlines) competition, it was last month. It was a big prize 'return ticket from Jakarta-Singapore-Frankfurt-NYC' Thats crazy right. Even I have been Singapore and Frankfurt, but I never been NYC (I do believe someday I will step of my foot in NYC. Aamiin NY Times, I never been there. But someday I will. Definitely! Then, last year, i had a fabulous trip plan 'Macau-Hongkong-Shenzhen' but again. Even I had the aircraft ticket and Chinese visa already but. I just canceled that. I had...

We were the IELSP Cohort 8 - Iowa State...

Okay, now let me show my IELSP Cohort 8 - Iowa State family.. I lived with them for 2 months during exchange program, obviously we never knew each other before IELSP. We came from the differences of provinces in Indonesia, from Sabang to Merauke, then we made friends, family, and togetherness.. I love u guys, thanks for filled in my heart for 2 months in Iowa.. Hoped can meet you again in the other occasion.. :D She is Sari Ayu Maghdalena, also known Alien. She was my roommate.  She was biology student at her university. Came from Medan, North Sumatera. Alien was like my daughter. She could not cook, I felt really pity of her when she was hungry. Haha. Then, I always cooked for us then we eating together. I loved to make dinner meals for us, for breakfast we were such 'anak kosan' it was expensive time to take breakfast. We slept over then woke up late. Haha, never 'mandi pagi' as well because of the weather was so COLD just "kucek-kucek' mata, make up, and w...

Indonesian Day in the U.S

Ames - Iowa State, April 22, 2011 When I was in the U.S for my student exchange program (IELSP) at the end of the program I and friends of mine held an event named "Indonesian Day in the U.S" then I was as a project officer or leader for this program. I arranged various traditional attractions. We showed Tari Saman (Saman Dancing) from Nanggroe Aceh Darussalam Province by 16 of us without Pravita, Kadek, and Lyla. Then Tari Japin (Japin Dancing) from Riau Province by Yusuf with Ian (ISU Student), Tari Piring (Piring Dancing) from West Sumatera Province by Sucita, Tari Yapong (Yapong Dancing) from DKI Jakarta Province by Pravita, Sri Januari, and me, Tari Kecak Dancing from Bali Province by Kadek, Bugis Traditional Ceremony from South Sulawesi by Acca or Ashar Hamid. We also sang "What a wonderful world" by Louis Amstrong, this song requested by Ms.Xiong, she wanted all of us with her sing this song. Yes, Actually the IEOP (Intensive English and Orientation Prog...

Catatan Pernikahan Dari Orang Yang Belum Pernah Menikah

Tapi di sana ada cinta, yang membuat, mendorong, ‘memaksa’, memotivasi dan menghilangkan logika yang membuat kita bisa melakukan hal-hal yang mungkin sebelum menikah tidak terbayangkan,  disana ada cinta yang tidak terbatas yang dia akan selalu memberikan lebih saat kita berada didalamnya. “Saya, membangun Pusat Penelitian ini secara independent, tak ada bantuan baik dalam pinjaman ataupun hibah dari pihak manapun.” Ucap laki-laki setengah baya dalam presentasinya, lalu ia mengklik pada slide berikutnya yang menunjukan CV-nya. Saya tergoda untuk melihat siapa laki-laki ini, beliau sangat percaya diri dan mandiri, dari mulutnya terucap kalimat-kalimat yang begitu menggiurkan untuk mengenalnya lebih jauh. Laki2 ini merupakan keturunan Amerika yang lama mendiami sebagian wilayah di Asia, khususnya Jepang. Setengah dari umurnya dihabiskan untuk penelitian dan membangun pusat penelitian ini. Dan saat ini beliau hanya ingin mendedikasikan hidupnya untuk membangun negara berkembang dan ...

#Romantis

Dari judulnya post ini sepertinya akan berbau "galau" (baca : romantis)..  Apa sih sebenernya romantis itu? Apa org yg selelau memanjakan pasanganya? Atau org yg selalu membangunkan pasangannya dipagi buta terus berkata "Pagi sayang, udh bangun kan?" Atau org yg paling suka beradu pantun gombal? Atau pujangga yg selalu meracik puisi cinta dalam kertas putihnya? Hah..apapun itu sebetulnya perlu tidak sih kita romantis??  Menurut pengertian sahabat tercinta saya a.k.a Mbak Nor Rofika Hidayah dalam blog-nya, romantis itu dimana seorang pria dengan tanpa disuru berinisiatif membawakan tas wanita,hooaah..lain lg menurut teman saya yg lain,romantis itu sangat sulit didefinisikan dan 'depend' lalu apa pengertian romantis menurutmu?  Saya pribadi sangat 'bodoh' mengenai romantis2an. Pernah suatu ketika seorang pria memberika sesuatu yg sangat cantik pd saya dalam satu 'package' yg cantik jg. Ngasihnya udah serius banget, dan saya malah berkata "...

#Damai

Damai. Aku terteguk oleh bau kedamaian itu. Begitu menusuk. Aku menoleh. Seujung ruangan menjadi seonggok kotak sempit. Menjadi lantunan melodi maha sempurna. Yah, damai. Lagi-lagi dia damai. Tapi bukan aku, aku itu riuh. Sekian. Bukan pula selesai. Aku adalah manusia riuh yang tak pernah ingin berhenti bersuara. Berisik ungkapnya tak pupus ku dengar. Namun, aku butuh kedamaian. Ku toleh sudah irama-irama merdu pembawa damai. Jika ku ingat sudah lama ternyata aku bersamanya. Tak ku ingat persisnya sejak kapan. Namun,yah lama. Tak terasa sudah, aku cukup mengerti bahwa kedamaian itu bukan ada pada dirinya, tapi pada diriku ini, yah ada pada diriku yang riuh. Semakin ku ingat aku semakin yakin bahwa kedamaian itu memang milikiku, ada pada diriku, ada disini. Jika perlu aku bertanya pada dinding kamarku, sudah sebanyak apa dia mendengar riuh lantunanku, jelas dia bosan. Aku sendiri bosan. Tapi lagi-lagi kedamaian tidak pernah bosan bersamaku. Aku ingin selalu membawanya, bersamanya. Be...

Japan! I promised u that I would be back!

Tokyo, 25 April 2011 Sekitar pukul 05.00 waktu setempat (Bandara Narita Tokyo) kami landing dari Minneapolis. Kebetulan saat itu rombongan IELSP Cohort 8 Iowa State University sudah tidak ditemani oleh pihak IIEF. Ali Ibrahim sebagai ketua rombongan dan saya sebagai wakil ketua rombongan. Sebagai orang yang sedikit mengerti dunia pesawatan saya mengambil peran lebih banyak saat kepulangan rombongan. Khususnya hari itu.. Delta Airlines (Pesawat kami) terkena petir Setelah mengantri di Security Check Bandara Narita saya segera mengalihkan teman2 untuk menuju Gate kami. Saat itu masih tidak banyak orang, kami berlari 'hurry' karena waktu transit tidak lama dan FYI : security check bandara narita 'agak' remphong, ribet, dan antrinya panjang, maklum Narita adalah salah satu bandara sibuk di Dunia. Setelah menunggu tiba2 ada pengumuman kalau pesawat kami akan delayed selama 30menit. Its okay , itu biasa. Kita tidak pernah tahu apah yang terjadi diudara. Tiba2, delayed...